Di balik kerlip lampu kota malam itu, seseorang bertanya padaku, “What’s your type?”

Aku memejamkan mata sejenak, membiarkan keheningan menjawab sebelum kata-kata terucap. “Yang selalu menghargai hal‑hal kecil,” jawabku, sesederhana itu—namun membawa makna seluas samudra.

Kenapa? Karena dalam setitik embun di ujung daun, dalam secarik senyum yang tiba‑tiba, terkandung getar kebahagiaan yang sering terlupakan. Setiap detik kecil itulah yang menenun warna-warni hidup, mengingatkan kita bahwa keajaiban tak selalu datang dalam gulungan petir atau gemuruh ombak—ia bersarang dalam bisik angin, dalam hangatnya kopi pagi, dan dalam tanya lembut di antara celah kesibukan.

Orang-orang sering mengira kebahagiaan itu haruslah setinggi langit, seramai keramaian pasar, atau seindah pelangi. Padahal, terkadang ia bersarang dalam satu senyum manis yang tak dijadwalkan, dalam sapaan tulus “How’s your day?” yang terucap begitu saja di tengah kesibukan. Sebuah pertanyaan ringkas yang, jika dijawab sepenuh hati, mampu menerangi sudut paling gelap di relung jiwa.